Rabu, 10 Maret 2010

To Be

Latih kemampuan mengamati. Perhatikan lingkungan sekitar. Rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat, mulai dari yang paling sederhana dan diteruskan dengan observasi yang lebih rumit. 2. Asah indra. Bisa dilatih dengan membedakan rasa makanan yang disukai dan yang tidak. Menyadari bau dan aroma di sekitar atau bunyi-bunyian yang ada di jalan atau mungkin rasa panas atau dingin udara di sekitar Anda.3. Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya. Ada berapa yang bisa diingat? Latih supaya bisa mengingat lebih banyak.4. Pelajari sesuatu yang baru. Banyak membaca dan berkenalan dengan hal-hal lain yang mungkin bukan bidang Anda, bisa bahasa asing, pengetahuan tentang komputer, dan lain-lain.5. Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak. Misalnya bermain gitar, mengetik tanpa melihat tuts, mengerjakan prakarya dari kayu, atau berlatih menulis halus.6. Tekuni hobi. Gunakan kesempatan untuk mengembangkan hobi Anda.7. Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu. 8. Hafalkan sesuatu yang Anda sukai. Bisa jadi itu puisi, lagu, kalimat dari sebuah buku atau kata-kata seseorang. Sebisa mungkin juga usahakan agar kalimat yang digunakan adalah bahasa asing.9. Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498. Ini adalah bentuk latihan memperbaiki daya ingat jangka pendek. Lakukan dengan mengelompokkan atau memecah bilangan itu menjadi beberapa bagian, misalnya 3214568 kemudian 7390282 dan terakhir 930498.10. Ingat perjalanan pribadi. Apa yang sedang Anda kerjakan satu jam lalu, minggu lalu pada hari Rabu pukul 10.00, misalnya. Dengan siapa, di mana, dan seterusnya.11. Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian. Apa yang Anda beli kemarin? Berapa uang yang ada dalam dompet Anda sekarang? Kapan Anda terakhir mengambil uang tunai, dan seterusnya.Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat. @ abd

Selasa, 15 Desember 2009

Review Kesadaran akan Rasa Salah

Rasa Bersalah ini di definisikan sebagai suatu kesadaran dari individu bahwa perbuatan , pemikiran dan sesuatu hal yang lain yang tidak benar maupun tidak dapat dikompromikan / toleransi. Yang menjadi penekanan disini adalah individu tersebut memahami kesalahan secara sadar, menyadari pemicu kesalahan dan dampak yang timbul. Kesadaran yang timbul bisa dipicu dari lingkungan luar maupun juga logikal dari individu pada saat memutuskan akan melakkukan suatu tindakan yang individu tersebut sadari maupun tidak sadari.

Berikutnya akan dibahas secara lebih mendalam mengenai faktor lingkungan dalam mendukung pemahaman dari rasa salah. Untuk lingkungan luar (selain individu yang dekat dengan pribadi) cara penyampaian bahwa kondisi individu adalah salah , akan menimbulkan beberapa reaksi. Untuk pribadi dengan rasa keterbukaan dapat menerima koreksi , tetapi tetap bergantung akan cara penyampaian , waktu penyampaian dan tingkat kedewasaan dari target individu tersebut. Pada individu dengan kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi, individu tersebut tidak akan merespon , dan menimbulkan kesan acuh tak acuh, karena individu tersebut yakin dengan nilai dan standar kebenaran pada kondisi saat itu. Nilai dari faktor lingkungan tersebut tidak mutlak benar maupun salah , dalam hal ini erat kaitannya dengan nilai norma dan pendidikan moral keluarga dari individu yang bersangkutan.

Lingkungan lainnya yang sangat penting adalah ketika keluarga menempatkan nilai moral dan aturan aturan dasar dalam pemikiran individu saat kecil (perkembangannya). Pada saat perkembangan individu keuarga berperan untuk menempatkan pola pikir, dan reaksi terhadap lingkungan. Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pembentukan reaksi individu terhadap lingkungan pada saat individu tersebut dewasa.
Karena manusia sebagai individu pembelajar, akan selalu menyempurnakan nilai kebenaran yang diterimanya saat kecil dan untuk melakukan penyesuaian pola pikir tersebut saat besar, akan membutuhkan effort yang besar dalam proses penyesuaian.

Kesadaran secara otomatis dari individu ditentukan oleh pendidikan keluarga, nilai moral yang ditanamkan saat perkembangannya, sampai pada saat individu tersebut dihadapkan untuk menentukan keputusan.
Nilai kebenaran dan kesadaran individu seyogyanya berkembang ,sehingga meningkat kan dari individu tersebut untuk memacu dirinya dalam perkembangan terhadap lingkungan.

Saat saya melihat pola pendidikan anak , konsep orang tua dalam menanamkan "Salah" maupun "Benar" tidak selalu harus dilakukan dengan konsep hukuman baik fisik maupun pe'label'-an anak. Tujuan dari pendidikan ini adalah pemahaman anak sejak dini bahwa tindakan maupun hal yang ada adalah Salah. Setelah pemahaman ini, bukan merupakan akhir dari proses orang tua. Orang tua sebagai mentor juga membimbing si calon individu dewasa ini untuk mengambil keputusan sehubungan dari kesadaran yang timbul. Disini peran orang tua sebagai instruktur yang memberikan instruksi dan pola pikir.


-Just Review , original from my heart -
-Ch-

Kamis, 19 Juni 2008

hari ini lembur lagi

syukur ni....
Banyak banyak yang bisa saya pelajari dari sini, semakin hari saya makin menyadari bahwa saya bukan apa2..Ya..semuanya harus saya serahkan pada Nya, disamping saya sudah berjuang dengan keras. Yes .. thanks God udah kasih saya suau lingkungan yang nyaman untuk saya berjuang dan belajar.

Memang orang rumah semua kawatir dengan keadaan saya, semua gak percaya "anak kecil ini"
(hehehe) emang bisa ya , belajar untuk mandiri..hehehe

Semua kan ada tahapannya....Emang tiap tahap kita diproses lebih lagi..

Dan skarang yang menurutku proses terberat tuhhh..ya sekarang ini..
Dimana saya dituntut untuk memberikkan yang terbaik dan untuk selalu optimal semangatnya..
Wah wah..minta kekuatan ya....
Minta dukungan dan Doa..

Rabu, 18 Juni 2008

Selagi menikmati sukiyaki

Lembur ...dikantor...menikati hangat nya Sukiyakihasil delivery. Gak nyangka udah beranjak 1 bulan ni magang.. Banyak ketemu orang, ada yang aneh, ada yang berisik, ada yang cakep, ada yang cakep...eh gak dink yang cakep hanya satu..hehehe...hanya di pandang kok..memandang ngarep..heheheh:))

Bandung...gak sempat saya kangen akan dirimu..
Yang aku sekarang rindukkan adalah bantal guling di kostan.....

Wah belum sempet pulang Bandung ni..
Nonton TV pun belum sempet 1 bulan ni...
Apa nanti saya jadi kurang beradab dengan dunia luar ya.

Apa kabar Bandung....

Minggu, 11 Mei 2008

Kalau Aku

Frank masuk ke kamar istrinya suatu hari.
"Kalo aku jelek, apa kamu
masih cinta?" tanyanya.

"Sayang, aku akan selalu cinta sama kamu,"
jawabnya santai sambil
mewarnai kukunya.

"Gimana kalo aku cacat?" tanyanya gugup.

"Ngga usah kuatir, Say,
aku akan selalu cinta sama kamu," jawabnya.

"Kalo gitu, gimana kalo aku dipecat,
apa kamu masih cinta sama aku?"

Si istri melihat ke muka suaminya yang kuatir.
"Frank, aku akan selalu
cinta kamu, tapi ... yang pasti,
aku akan benar-benar merindukanmu."

Saudara Hewan

Sepasang suami istri sedang berkendara melintasi jalanan desa
sepanjang beberapa mil. Sepanjang perjalanan, mereka saling
mendiamkan. Sebelumnya, mereka berdebat dan ngga ada yang mau
mengalah. Saat melewati kumpulan keledai, kambing, dan babi, si suami
dengan nada mengejek bertanya, "Saudaramu ya ...?"

"Yap," jawab istrinya, "saudara ipar."

Tanda tanda Cinta

Dua orang sahabat sedang ngomongin tanda-tanda cinta.

"Kelihatannya aku pernah jatuh cinta sebanyak tiga kali," kata salah
satunya.

"Kok bisa?" tanya temannya.

"Lima tahun lalu, aku benar-benar sayang sama cewek yang nggak mau
berurusan denganku."

"Apa itu cinta?"

"Bukan," jawabnya. "Itu obsesi. Lalu dua tahun lalu, aku bener-bener
sayang sama seorang cewek seksi yang nggak ngerti aku."

"Apa itu cinta?"

"Bukan," jawabnya. "Itu nafsu. Dan tahun lalu, aku ketemu cewek di
kapal menuju Karibia. Doi cerdas, pinter, dan ramah. Dan setiap aku
buntutin doi di atas kapal, perutku mual."

"Apa itu cinta?"

"Bukan," jawabnya. "Itu mabuk laut."