
Yap sering kita jumpain la kalo soal yang kayak gini..lagee angkot, motor, mobil, sekalipun jalan kaki. A kasian a… Teh kasian teh ..hmm bukan masalah kasian kasian ni.. Semakin kita kasih unag apakah itu seratus rupiah, seribu rupiah (yang umum dikasih)mungkin kita gak perduli dengan jumlah nominal yang kita keluarkan, tapi kita coba bayangkan salam satu lampu merah pada jam sibuk, tiap 5 menit sekali dan berapa mobil yang sudah dia “jajakan” hmm dalam satu hari berakumulasi akumulasi dengan sangat menggiurkan.
Tidak mengenal umur
Makin kecil anak yang “dioperasikan” atau makin tua orang jompo yang “beroperasi” dan bahkan makin menyeramkan kecatatan yang “dijajakan”, senakin membuat orang yang melihat berbelaskasih, semakin menaikkan omset per hari…
Saya pribadi pernah melihat suatu kejadian yang mengerikan. Tepatnya di perempatan riau – laswi – stadion persib seoarang ibu (atau pun penyewa anak , ntahlah saya pun tidak tahu) memukul seorang pengemis cilik yang sedang bermain , si “ibu” ini menyuruh agar dia” beroperasi “lagi. Dengan makian dan pukulan telak yang membuat si anak ini menangis histeris di tengah jalan. Dan karena hamper tiap hari saya melewati jalur tsb, tiap saya analias dari hari ke harinya kok semakin bertambah, apa jalur ini yang merupakan jalur padat dan sering di lewati mobil luar kota, menjadikan suatu daerah operasi dengan target market yang bagus. Dan mereka membuat seperti tenda darurat untuk “berkembang biak” disana karena semakin banyak anak balita 1thn sampai 6thn yang beroperasi.
APA KATA DUNIA????? Mengutip dari film Naga Bonar jadi 2. Tapi sebelum dunia mengomentarinya, seorang sahabat dari Menado sudah berkomentar tentang ini..
Apa komentar kalian??? Dan solusi nya seperti apa yang dapat dilakukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar