Rasa Bersalah ini di definisikan sebagai suatu kesadaran dari individu bahwa perbuatan , pemikiran dan sesuatu hal yang lain yang tidak benar maupun tidak dapat dikompromikan / toleransi. Yang menjadi penekanan disini adalah individu tersebut memahami kesalahan secara sadar, menyadari pemicu kesalahan dan dampak yang timbul. Kesadaran yang timbul bisa dipicu dari lingkungan luar maupun juga logikal dari individu pada saat memutuskan akan melakkukan suatu tindakan yang individu tersebut sadari maupun tidak sadari.
Berikutnya akan dibahas secara lebih mendalam mengenai faktor lingkungan dalam mendukung pemahaman dari rasa salah. Untuk lingkungan luar (selain individu yang dekat dengan pribadi) cara penyampaian bahwa kondisi individu adalah salah , akan menimbulkan beberapa reaksi. Untuk pribadi dengan rasa keterbukaan dapat menerima koreksi , tetapi tetap bergantung akan cara penyampaian , waktu penyampaian dan tingkat kedewasaan dari target individu tersebut. Pada individu dengan kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi, individu tersebut tidak akan merespon , dan menimbulkan kesan acuh tak acuh, karena individu tersebut yakin dengan nilai dan standar kebenaran pada kondisi saat itu. Nilai dari faktor lingkungan tersebut tidak mutlak benar maupun salah , dalam hal ini erat kaitannya dengan nilai norma dan pendidikan moral keluarga dari individu yang bersangkutan.
Lingkungan lainnya yang sangat penting adalah ketika keluarga menempatkan nilai moral dan aturan aturan dasar dalam pemikiran individu saat kecil (perkembangannya). Pada saat perkembangan individu keuarga berperan untuk menempatkan pola pikir, dan reaksi terhadap lingkungan. Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pembentukan reaksi individu terhadap lingkungan pada saat individu tersebut dewasa.
Karena manusia sebagai individu pembelajar, akan selalu menyempurnakan nilai kebenaran yang diterimanya saat kecil dan untuk melakukan penyesuaian pola pikir tersebut saat besar, akan membutuhkan effort yang besar dalam proses penyesuaian.
Kesadaran secara otomatis dari individu ditentukan oleh pendidikan keluarga, nilai moral yang ditanamkan saat perkembangannya, sampai pada saat individu tersebut dihadapkan untuk menentukan keputusan.
Nilai kebenaran dan kesadaran individu seyogyanya berkembang ,sehingga meningkat kan dari individu tersebut untuk memacu dirinya dalam perkembangan terhadap lingkungan.
Saat saya melihat pola pendidikan anak , konsep orang tua dalam menanamkan "Salah" maupun "Benar" tidak selalu harus dilakukan dengan konsep hukuman baik fisik maupun pe'label'-an anak. Tujuan dari pendidikan ini adalah pemahaman anak sejak dini bahwa tindakan maupun hal yang ada adalah Salah. Setelah pemahaman ini, bukan merupakan akhir dari proses orang tua. Orang tua sebagai mentor juga membimbing si calon individu dewasa ini untuk mengambil keputusan sehubungan dari kesadaran yang timbul. Disini peran orang tua sebagai instruktur yang memberikan instruksi dan pola pikir.
-Just Review , original from my heart -
-Ch-
Selasa, 15 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar